Tidak disangka, Hal-Hal Ini Yang Menjadi Penyebab Tercemarnya Waduk Jatiluhur
Tercemarnya Waduk Jatiluhur disebabkan oleh banyak hal, seperti bangkai ikan yang memenuhi waduk, pencemaran dari limbah industri di sekitar waduk, limbah pakan ikan, dan sebagainya.
Waduk atau reservoir adalah
kolam yang ukurannya besar untuk tempat menyimpan ketersediaan air bagi
penduduk sekitar untuk berbagai kebutuhan. Berdasarkan fungsinya, waduk
diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu waduk ekaguna dan waduk multiguna
(multifungsi). Waduk yang dioperasikan untuk memenuhi satu kebutuhan disebut
dengan waduk ekaguna. Waduk yang dioperasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan
disebut waduk multifungsi.
Waduk Ir Djuanda atau yang lebih dikenal Waduk Jatiluhur merupakan
salah satu waduk buatan multifungsi dan menjadi objek wisata karena sejarah dan
keindahannya. Waduk ini dibangun pada tahun 1957 oleh kontraktor yang berasal
dari Perancis. Waduk ini berada di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta,
Provinsi Jawa Barat. Waduk ini adalah bagian dari aliran Sungai Citarum. Waduk
Jatiluhur juga menjadi sumber utama air baku untuk wilayah DKI Jakarta dan
sekitarnya.
Waduk Jatiluhur tercemar oleh banyaknya bangkai ikan yang
menyebabkan munculnya bau tidak sedap dan menurunkan kualitas air yang nantinya
akan disalurkan ke berbagai aliran. Masyarakat yang berada di sekitar Waduk
Jatiluhur banyak yang mengeluh akibat bau tidak sedap yang berasal dari waduk.
Bangkai ikan yang banyak sangat merugikan masyarakat maupun lingkungan.
Masyarakat khawatir jika pencemaran air akibat bangkai ikan semakin meluas dan
mencemari lingkungan.
“Saat melewati Waduk Jatiluhur, saya gak kuat baunya karna
bangkai ikan yang banyak ada di waduk itu. Tadinya saya mau rekreasi sama
keluarga, tapi gak jadi, bau soalnya.” Kata salah satu pengunjung yang ingin
rekreasi di Waduk Jatiluhur.
Bangkai Ikan tersebut berasal dari petani-petani yang tidak
bertanggung jawab dalam membuang bangkainya. Bangkai ikan yang mencemari Waduk
Jatiluhur sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali untuk pakan ikan patin. Selain
menimbulkan bau yang tidak sedap, pencemaran ini bisa menurunkan kualitas air
yang berada di Waduk Jatiluhur. Dampak yang ditimbulkan juga tentunya
mempengaruhi kerugian ekonomi sebesar Rp2 miliar dimana jumlah tersebut bisa
dijadikan modal untuk tanam ikan yang keuntungannya bisa mencapai Rp1 miliar.
Pencemaran air di Waduk Jatiluhur juga makin diperparah
akibat dibangunnya pembangkit listrik tenaga PLT batu bara yang dimiliki oleh
beberapa perusahaan yang berada di Kawasan Waduk Jatiluhur. Sedangkan, Waduk
Jatiluhur adalah sumber sarana air bersih bagi penduduk setempat maupun DKI
Jakarta dan sekitarnya.
“Semenjak ada PLT Batu Bara ini saya semakin khawatir
terhadap Waduk Jatiluhur yang semakin tercemar dan menjadi berbahaya untuk
didatangi. Bahaya banget buat manusia maupun lingkungan sekitar.” Ujar salah
satu masyarakat yang berada dekat dengan Waduk Jatiluhur.
PDAM Purwakarta merogoh kocek yang cukup besar untuk
pengolahan air baku dari Waduk Jatiluhur agar bisa dialirkan ke masyarakat
setempat juga dialirkan ke DKI Jakarta dan sekitarnya. PLT Batu Bara ini akan
menghambat dan berpotensi besar untuk mencemari Waduk Jatiluhur.
Tidak sampai disitu, pencemaran air di Waduk Jatiluhur juga
diakibatkan oleh endapan ikan yang bersumber dari kolam jaring apung. Air yang
terkena endapan ikan tersebut akan tercemar baik dari segi kualitas maupun bau
yang dikeluarkan akibat pencemaran tersebut.
“Air di Waduk Jatiluhur dulu sangat bisa dikonsumsi sampai
digunakan oleh banyak warga disini. Tapi sepuluh tahun terakhir airnya jadi
kurang bagus dan berbau karena populasi kolam jaring apung yang makin lama makin
banyak aja.” Ujar salah satu warga.
Para pelaku atau oknum yang mempunyai kolam jaring apung juga
sulit untuk diedukasi dan diberi arahan. Pengelola waduk kurang tegas dalam memberi
arahan maupun hukuman yang mengakibatkan oknum-oknum tersebut semakin leluasa
dalam melakukan pelanggarannya.
Waduk Jatiluhur status mutu airnya sudah tergolong tercemar
berat di semua titik pengamatan. Ini sangat memprihatinkan mengingat Waduk Jatiluhur
adalah waduk yang bagus dan baik dalam pengelolaannya.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menjernihkan kembali perairan
yang ada di Waduk Jatiluhur dengan membersihkan hulu, membersihkan sampah di
sepanjang aliran, sampai normalisasi sungai. Langkah-langkah tersebut sudah
dilakukan tetapi jika oknum-oknum tersebut tetap melakukan pelanggaran dengan
mencemari air di Waduk Jatiluhur.


Komentar
Posting Komentar